Rival_chan : Comments

Writer augina putri
augina putri at (4 years 37 weeks ago)

Lumayan panjang ceritanya. Masih banyak salah penulisan. Diperbaiki lagi tulisannya.

Writer augina putri
augina putri at (4 years 37 weeks ago)

Bahasanya ringan dan mudah dipahami, tetapi perhatikan pemakaian kata depan di dan ke. Bila setelahnya adalah tempat, maka penulisannya dipisah.

Writer pitaloka44
pitaloka44 at (4 years 38 weeks ago)

Jadi berimajinaasi sendiri gw baca cerita diatas hahaha

Harga Bali Rafting | Toko Mug Murah

Writer Rival_chan
Rival_chan at (4 years 38 weeks ago)

thanks, sob..

Writer duvernoy
duvernoy at (4 years 38 weeks ago)

Agak panjang dan beberapa salah ketik, tapi bahasanya ringan dan mudah dipahami ^^

Writer I.S.A
I.S.A at (5 years 8 weeks ago)

keren!

Writer alinaza
alinaza at (5 years 8 weeks ago)

penuturan rimanya menarik sekali :D
dan ada endingnya, ternyata harapan untuk bisa memiliki :D

Writer nazokagi
nazokagi at (5 years 8 weeks ago)

aku suka rimanya
salam :D

Writer sumihardeny
sumihardeny at (5 years 8 weeks ago)

Hai pujangga lama....

Writer Shinichi
Shinichi at (5 years 18 weeks ago)

saya mampir ke post ini karena kata "dongeng" pada judulnya. namun, sebelum menyudahinya saya keburu baca log message di mana kelihatan kekhawatiran atau katakanlah fokus kamu tampak pada bentuk. ini "sudah" dongeng atau "belum". nah, kalau itu adalah fokusmu, maka mungkin bisa digoogling tentang unsur-unsur cerita dongeng. saya juga kurang paham, meski saya bisa mengaku sebagai penikmat dongeng.
.
satu hal dalam dongeng adalah unsur nilai-nilai di dalamnya. itu bisa universal atau lokal. tergantung apa yang hendak kamu buat. dalam cerpenmu ini, saya menemui gembala, kambing, seruling, sebuah negeri yang kebanyakan warganya bertani. ini sudah bagus sebagai landasan atau ruang gerak kisah dalam cerpenmu. namun, kamu harus kuat memegang unsur tersebut. contoh: mengapa dalam warga yang dominan bertani ada gembala? dan mengapa yang digembalakannya adalah "kambing" dan bukan yang lain? mengapa ia berseruling yang bahkan ia "membuat sendiri" nada serulingnya, mengingat ia tak punya referensi. hal-hal itu harus kamu bangun dulu agar kisahmu kuat.
.
selain itu, secara teknik menulis, kamu musti lebih luwes mengisahkan peristiwa dalam cerpen ini. meski, yang ini juga sudah cukup baik, tapi secara pribadi saya menilainya belum begitu sempurna.
.
unsur terpenting dalam semua cerita, genre apapun adalah hubungan sebab-akibat. contohnya dalam cerpen dongeng kamu ini, tokoh Nayla yang bagi saya terlalu "tiba-tiba" menjadi menyukai si penggembala, yang lalu bertanya: "Apa kau mencintaiku, tuan penggembala?" dst. pertanyaan itu berkembang begitu cepat ke hal "pelarian". penulis kemudian menunjukkan semacam "dilema moral" pada tokoh penggembala yang sayang sekali kurang kuat. sederhana saja. kenapa ia harus bingung? kita tidak diberitahu bahwa itu merupakan masalah? tidak ada indikasi masalah "kepantasan" dsb di sana? apalagi takdir? apa cobak?
.
berikutnya soal bisu. ah, ceritamu terlalu cepat selesai. apalagi membaca bagian2 akhir. kita contohkan seseorang membaca dongeng ini untuk anaknya. anggaplah anaknya sedang memasuki transisi dari remaja ke dewasa. pendongeng akan kewalahan menjawab pertanyaan-pertanyaan sang anak, apalagi soal bisu itu. bagaimana kamu membuat hubungan bisu dengan nada kesedihan?
.
kip nulis deh.